GPNesia.com – Gelaran MotoGP Mugello 2026 di Italia menyajikan tantangan besar bagi sejumlah pembalap, tak terkecuali Pedro Acosta.
Pembalap muda berbakat dari tim KTM ini harus menghadapi berbagai kendala yang membuatnya gagal menembus babak Q2 pada sesi kualifikasi hari Jumat (29/5).
Kejadian ini menambah deretan masalah yang dialami Acosta sepanjang musim, sekaligus menunjukkan bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki untuk mencapai performa maksimal di trek bergelombang Mugello.
Pedro Acosta sendiri mengungkapkan rasa keterkejutannya saat menghadapi berbagai hambatan selama sesi latihan hari pertama.
Ia mengaku tidak mendapatkan kecepatan yang cukup untuk bersaing di posisi sepuluh besar, dan akhirnya harus mengakhiri latihan di posisi ke-13 dengan jarak sekitar setengah detik dari waktu tercepat yang dicatatkan oleh pembalap lain.
Kondisi ini cukup jauh dari harapan, mengingat sebelumnya dia menunjukkan performa impresif di beberapa seri awal musim ini.
Pada sesi latihan pembukaan, Acosta juga mengalami kesulitan dalam mendapatkan kecepatan optimal, dan hari yang mengecewakan ini ditutup dengan insiden saat melintasi gravel pada putaran terakhir latihan, yang menambah panjang daftar masalahnya di sirkuit Mugello.
Performa Pedro Acosta di sesi latihan sangat kontras dengan rekan setimnya di tim Tech3, Enea Bastianini.
Pembalap asal Italia ini mampu menembus Q2 dengan catatan waktu tercepat ketiga dan menjadi satu-satunya pembalap yang mampu bersaing dengan Ducati di barisan depan.
Acosta sendiri menyampaikan bahwa hasil yang kurang memuaskan ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor dari sisi garasinya.
Ia mengakui bahwa sirkuit Mugello tidak benar-benar cocok dengan gaya balapnya, sehingga sulit untuk mendapatkan performa terbaik.
“Saya kehilangan kendali depan dan pergi ke gravel,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa dirinya dan tim harus melakukan analisis mendalam terhadap data yang diperoleh, termasuk membandingkan dengan data Bastianini yang tampaknya mampu memanfaatkan karakteristik trek ini, sebagaimana yang terlihat di sirkuit Jerez.
Kegagalan di Mugello ini terjadi dua minggu setelah penampilan yang cukup mengesankan di Grand Prix Catalunya, di mana Acosta hampir meraih kemenangan pertamanya di ajang grand prix.
Pembalap berusia 21 tahun ini menunjukkan performa gemilang sepanjang musim, dengan beberapa podium dan kemenangan sprint di Buriram dalam enam seri pembuka.
Meski demikian, satu-satunya catatan buruknya adalah di GP Spanyol bulan April, yang membuatnya finis di posisi ke-10 dan mengumpulkan enam poin.
Acosta membandingkan kesulitannya di Mugello dengan pengalaman di Jerez, dan berharap bisa melakukan perbaikan dengan memanfaatkan data dari Bastianini yang menggunakan motor RC16 satelit. “Ini sangat mirip dengan yang terjadi di Jerez,” ujarnya.
“Di sana juga merupakan sirkuit yang membuat saya kesulitan, terutama di tikungan 8-9. Oleh karena itu, kami akan mencoba mengikuti cara Enea lebih awal dibandingkan sebelumnya.”
Selain Pedro Acosta, pembalap KTM lain seperti Maverick Viñales dan Brad Binder juga mengalami tantangan di sesi latihan pertama.
Viñales menutup latihan di posisi ke-13, sedangkan Binder harus menghentikan sementara perjalanannya akibat masalah teknis yang terjadi di trek.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun KTM berusaha keras, mereka masih harus melakukan banyak perbaikan agar dapat bersaing lebih kompetitif di sirkuit bergelombang seperti Mugello.
Dengan hasil ini, masa depan Pedro Acosta di MotoGP Mugello 2026 masih penuh tantangan. Ia dan timnya kini harus bekerja keras menganalisis data dan mencari solusi agar performa di sirkuit ini bisa meningkat di sesi-sesi berikutnya.
Semoga dengan pengalaman dan perbaikan yang dilakukan, Pedro Acosta mampu bangkit dan kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu pembalap muda terbaik di dunia MotoGP.










