GP Nesia – Pembalap bernomor #96, Jake Dixon, akhirnya kembali menunggangi motor Honda WorldSBK miliknya untuk pertama kalinya sejak Februari lalu.
Momen tersebut terjadi saat dirinya ambil bagian dalam sesi tes dua hari di Sirkuit Dunia Misano “Marco Simoncelli”, Italia, yang menjadi langkah penting dalam proses pemulihan setelah cedera serius yang sempat membuatnya absen panjang dari lintasan.
Jake Dixon yang membela Honda HRC di ajang MOTUL FIM Kejuaraan Dunia Superbike, sebelumnya mengalami kecelakaan highside saat mengikuti Tes Resmi di Phillip Island, Australia, tepatnya di Tikungan 11.
Insiden tersebut mengakibatkan patah pada pergelangan tangan kiri dan memaksanya menjalani operasi di Melbourne sebelum kembali ke Andorra untuk melanjutkan proses rehabilitasi intensif.
Cedera tersebut membuat perjalanan debutnya di WorldSBK tertunda, meskipun pembalap asal Inggris ini sejatinya sudah diproyeksikan memperkuat Honda HRC untuk musim 2026 setelah naik kelas dari Moto2.
Namun, setelah lebih dari tiga bulan pemulihan, ia akhirnya kembali mengendarai motor CBR1000RR-R SP di Misano pada bulan Mei, menandai fase baru dalam proses comeback-nya.
Dalam sesi uji coba tersebut, total 87 lap berhasil diselesaikan selama dua hari, dengan 50 lap dicatat pada hari pertama.
Menariknya, di hari pertama tes, Jake Dixon menjadi salah satu yang tercepat di kubu Honda dengan catatan waktu 1 menit 33,941 detik, hanya terpaut sangat tipis dari Jonathan Rea dan rekan setimnya Somkiat Chantra.
Selisih waktu ketiganya bahkan kurang dari sepersepuluh detik, menunjukkan persaingan yang sangat ketat di dalam garasi Honda.
Pada hari kedua, ia kembali turun lintasan dengan tambahan 37 lap dan berhasil memperbaiki catatan waktunya menjadi 1 menit 33,405 detik, atau sekitar setengah detik lebih cepat dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, Somkiat Chantra mencatat waktu terbaik Honda pada hari Kamis dengan 1 menit 33,345 detik.
Meski menunjukkan progres positif, durasi stint Jake Dixon masih sangat terbatas.
Ia hanya mampu menjalani sesi pendek, dengan stint terpanjang mencapai enam lap pada sesi FP1, kemudian menurun menjadi lima lap di FP2, empat lap di FP3, dan hanya dua lap pada FP4.
Kondisi ini menunjukkan bahwa manajemen fisik, khususnya pada pergelangan tangan kirinya, masih menjadi fokus utama tim.
Dalam keterangannya setelah tes, ia mengungkapkan rasa senangnya bisa kembali bersama tim meski masih merasakan nyeri.
Ia menyebut bahwa penggunaan es dan pendampingan fisioterapis sangat membantu proses pemulihannya.
Ia juga menegaskan bahwa meski harus berhati-hati dalam menjalani sesi pendek, kembali ke atas motor sudah menjadi pencapaian penting baginya.
Lebih lanjut, Jake Dixon menilai bahwa dua hari di Misano berjalan cukup baik, meskipun ia belum mampu melakukan simulasi balapan panjang.
Ia juga mengakui sempat memaksakan diri pada hari pertama sehingga pergelangan tangannya kembali mengalami pembengkakan pada hari kedua.
Kini, fokus berikutnya adalah menghadapi putaran Aragon bersama Honda HRC. Tim dan pembalap berharap proses pemulihan terus berjalan bertahap, dengan target realistis untuk kembali mendekati kondisi 100 persen dalam beberapa waktu ke depan, sambil terus meningkatkan performa di atas motor secara perlahan namun konsisten.







