GPNesia.com – Álex Rins datang ke GP Catalunya 2026 dengan tekad kuat untuk melupakan akhir pekan sebelumnya yang penuh keanehan sekaligus intens di lintasan.
Pembalap Yamaha itu baru saja terlibat dalam salah satu pertarungan paling keras di grup tengah, di mana aksi saling salip, kontak antar motor, hingga ketegangan konstan mewarnai jalannya balapan.
Meski berada dalam situasi yang kacau, ia mampu keluar sebagai “pemenang kecil” di antara para rivalnya dan kini membawa motivasi baru menuju seri kandang.
Di awal evaluasinya, pembalap asal Spanyol tersebut mengakui bahwa balapan terakhir benar-benar tidak biasa, terutama di bagian rombongan tengah yang jauh lebih panas dibandingkan barisan depan.
Ia bahkan menilai dinamika di belakang grid justru lebih menghibur sekaligus lebih brutal, dengan intensitas yang sulit dijelaskan secara sederhana.
Álex Rins juga menyoroti tingkat agresivitas yang menurutnya tidak sepenuhnya konsisten di antara para pembalap.
Ia menyebut adanya perbedaan gaya bertarung antara beberapa rival, termasuk nama-nama seperti Jorge, Bezzecchi, serta Di Giannantonio dan Acosta, yang terlibat duel ketat di lintasan.
Menurutnya, situasi itu menciptakan balapan yang sulit diprediksi dari satu lap ke lap berikutnya.
Namun, perjuangan Rins tidak hanya soal duel di trek. Sejak awal lomba, ia sudah menghadapi kendala teknis yang cukup mengganggu.
Kesulitan pada dua tikungan pertama membuatnya kehilangan ritme, ditambah masalah pada gearbox yang membuatnya kehilangan sekitar empat detik dan tertinggal dari rombongan utama.
Meski sempat terlepas dari kelompok besar, pembalap Yamaha itu perlahan mampu memangkas jarak dan kembali ke dalam persaingan.
“Ketika saya berhasil menyusul kembali, di situlah pertarungan sebenarnya dimulai,” demikian gambaran situasi yang ia rasakan di tengah balapan yang semakin panas seperti dikutip dari Motosan.es.
Momen paling menegangkan terjadi ketika ia kembali berada dalam grup dan mulai melakukan overtaking terhadap para rivalnya.
Beberapa pembalap terlihat kesulitan mempertahankan posisi, sementara ritme Rins justru meningkat.
Ia bahkan mengakui sempat melakukan kesalahan kecil saat menyadari posisi lawan di belakangnya, namun tetap berhasil mengamankan hasil positif di dalam grup tersebut.
Álex Rins menegaskan bahwa semua aksi keras di lintasan tidak berlanjut ke luar sirkuit. Ia menyebut hubungan antar pembalap tetap baik dan tidak ada dendam setelah balapan selesai.
Bahkan ia menyelipkan candaan bahwa mungkin Pedro Acosta adalah salah satu yang paling mudah “menyimpan rasa” setelah duel sengit.
Dalam pembahasan lain, manuver kontroversial Fabio Di Giannantonio yang sempat melirik Pedro Acosta usai menyalip juga menjadi sorotan.
Rins menilai aksi tersebut sebagai bagian dari hiburan di lintasan, meskipun ia menegaskan setiap situasi di trek punya konteks berbeda dan tidak bisa disamakan satu per satu, termasuk jika dibandingkan dengan insiden lain seperti yang pernah melibatkan Marc Márquez.
Menjelang GP Catalunya, fokus kini sepenuhnya beralih ke balapan kandang. Álex Rins mengaku sangat termotivasi tampil di depan publik sendiri, meski tetap waspada terhadap karakter sirkuit yang dikenal sulit karena minim grip dan kondisi lintasan yang bisa berubah cepat.
Ia memilih untuk tidak memasang target terlalu dini dan menunggu sesi FP1 untuk menilai performa Yamaha secara lebih akurat. Dari sana, barulah bisa ditentukan apakah peluang menembus Q2 atau sekadar bertahan dalam persaingan tengah menjadi realistis.
Dengan kombinasi pengalaman dari balapan yang intens sebelumnya dan motivasi tinggi di kandang sendiri, Rins datang ke Catalunya dengan pendekatan hati-hati namun penuh optimisme untuk kembali tampil kompetitif di MotoGP musim 2026.







