GPNesia.com – Kabar mengejutkan datang dari paddock Formula 1 ketika Gianpiero Lambiase, insinyur balap yang telah lama menjadi sosok penting di balik kesuksesan Max Verstappen, dipastikan akan meninggalkan Red Bull sebelum musim 2028.
Ia disebut akan menempati posisi senior di McLaren setelah masa jeda musim F1 pada April mengonfirmasi rencana perpindahannya dari Milton Keynes ke Woking.
Keputusan tersebut langsung menjadi sorotan, mengingat kerja sama antara Lambiase dan Verstappen merupakan salah satu yang paling sukses dalam sejarah Formula 1 modern.
Duet ini telah menghasilkan 71 kemenangan balapan dan empat gelar juara dunia, menjadikannya hanya kalah dari pasangan Lewis Hamilton dan Peter Bonnington dalam catatan kemenangan sebagai kombinasi pembalap dan insinyur.
Dalam pernyataannya kepada RacingNews365, Max Verstappen memberikan tanggapan jujur terkait situasi tersebut.
Ia mengakui bahwa sebelumnya sempat menyatakan tidak ingin bekerja dengan insinyur lain selain Lambiase, namun kini pandangannya berubah seiring perkembangan situasi dan dinamika karier di dunia balap.
“Kalau tidak, saya tidak bisa membalap,” ujar Verstappen ketika ditanya mengenai komentarnya di masa lalu. Ia menegaskan bahwa dalam kondisi sekarang, ia tetap harus beradaptasi dengan perubahan dalam tim.
“Saya harus bekerja dengan orang lain, tetapi saya pikir zaman berubah, dan dengan tawaran yang dia dapatkan, saya akan bodoh untuk mencoba mempertahankannya. Ini bukan hanya tentang saya sepanjang waktu.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sang juara dunia memahami keputusan Lambiase dari sudut pandang profesional.
Menurutnya, perpindahan itu bukan sekadar soal hubungan kerja di lintasan, tetapi juga menyangkut perkembangan karier individu yang lebih luas.
“Ini juga tentang kariernya dan kemajuan ke depan, jadi bagi saya, ini adalah keputusan yang mudah. Namun, kami sekarang menatap masa depan dan bekerja dengan insinyur berbeda, dan saya yakin kami akan menemukan solusi untuk itu,” lanjut Verstappen.
Dalam penjelasannya lebih jauh, Max Verstappen juga mengungkapkan bahwa komunikasi antara dirinya dan Lambiase tetap berjalan terbuka dan jujur.
Ia bahkan menegaskan bahwa tidak ada ketegangan dalam hubungan mereka meskipun keputusan besar tersebut akan mengakhiri kolaborasi panjang yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun di Red Bull.
“Saya menjelaskan di Belanda tentang apa yang terjadi, dan kami memiliki hubungan yang sangat jujur dan terbuka, jadi semuanya baik-baik saja. Saya sudah mengatakan bahwa saya berharap yang terbaik untuknya dan tidak ada perasaan sakit hati, dan bahwa sebagai tim, kami menatap masa depan dan ingin berinovasi serta meningkatkan,” ungkapnya.
Kepergian Lambiase tentu menjadi momen penting bagi Red Bull, mengingat perannya yang sangat krusial dalam strategi balap dan komunikasi teknis bersama Verstappen di lintasan.
Namun demikian, baik pihak tim maupun pembalap tampaknya telah siap memasuki fase baru dengan struktur yang berbeda.
Ketika ditanya apakah keputusan Lambiase untuk meninggalkan tim memengaruhi masa depannya bersama Red Bull, Max Verstappen memberikan jawaban tegas dan singkat. “Itu tidak ada hubungannya dengan keputusan saya,” ujarnya menutup spekulasi yang berkembang.
Dengan situasi ini, Red Bull diperkirakan akan melakukan penyesuaian besar dalam struktur teknis mereka. Di sisi lain, McLaren disebut akan mendapatkan tambahan kekuatan signifikan dengan hadirnya sosok berpengalaman seperti Lambiase.
Perubahan ini sekaligus menandai berakhirnya salah satu kolaborasi paling produktif dalam sejarah modern Formula 1, yang telah membawa Max Verstappen ke puncak dominasi dalam beberapa musim terakhir, sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan karier keduanya di dunia balap.







