GPNesia – Syarat Veda Ega Pratama menembus MotoGP 2029 menarik untuk diulas seiring performa gemilang yang ditunjukkan pembalap muda Indonesia tersebut. Saat ini, peluangnya dinilai cukup terbuka jika mampu menjaga konsistensi di setiap balapan.
Nama Veda Ega Pratama mulai mencuri perhatian publik setelah tampil impresif dalam tiga seri awal Moto3 musim 2026.
Ia berhasil finis di posisi kelima pada balapan di Thailand dan kemudian melanjutkan tren positif dengan meraih podium ketiga pada seri Moto3 Brasil 2026. Hasil tersebut menjadi sinyal kuat bahwa talenta asal Indonesia ini mampu bersaing di level internasional.
Penampilan tersebut memunculkan harapan besar bagi Indonesia untuk memiliki wakil di kelas utama MotoGP. Namun demikian, perjalanan menuju kategori tertinggi itu bukanlah hal mudah.
Jalur yang harus ditempuh terbilang panjang dan penuh tantangan, sehingga membutuhkan konsistensi serta perkembangan performa yang berkelanjutan.
Sebelum mencapai MotoGP, Veda Ega Pratama harus terlebih dahulu menembus kelas Moto2.
Pengamat balap motor, Hendry Wibowo, menilai bahwa kunci utama bagi pembalap asal Gunungkidul tersebut adalah menjaga konsistensi di Moto3 musim ini agar dilirik untuk naik kelas oleh Honda Team Asia.
“Andaikan Veda Ega bisa tampil konsisten di Moto3 musim ini setidaknya di setiap race bisa top 5, dia lebih baik ke Moto2 di musim depan,” ujar Hendry dalam program Morning Zone yang tayang di YouTube Official Okezone, Jumat (17/4).
Ia juga menambahkan bahwa peluang tersebut semakin terbuka, terutama dengan kondisi pembalap lain di tim yang sudah cukup lama berada di Moto2.
“Dan itu peluangnya sangat terbuka lebar. Apalagi, Mario Aji sudah tahun ketiga atau keempat di Moto2 yang artinya ini sudah cukup kesempatan yang bisa diberikan Honda Team Asia,” lanjutnya.
Setelah berhasil naik ke Moto2, tantangan berikutnya adalah menjaga performa agar tetap kompetitif.
Veda dituntut untuk konsisten berada di lima besar atau setidaknya meraih hasil positif secara rutin. Hal ini menjadi syarat penting untuk mendapatkan promosi ke kelas MotoGP.
Menurut Hendry, waktu yang dibutuhkan di Moto2 juga tidak instan. “Mungkin di Moto2 kalau Veda bisa konsisten dan tentunya tidak banyak mengalami banyak cedera, mungkin ya sekitar dua musim di Moto2,” jelasnya.
Jika semua tahapan tersebut berjalan sesuai rencana, maka peluang untuk melihat pembalap Indonesia di MotoGP semakin nyata.
“Dan setelah itu mungkin kita akan melihat pembalap Indonesia di MotoGP. Berarti itu artinya sekitar 2029. Usianya pun masih usia yang sangat matang buat Veda saat itu ya,” tutup Hendry.
Kans untuk mencapai MotoGP memang cukup terbuka bagi Veda Ega Pratama, mengingat Honda Team Asia dikenal sebagai tim yang kerap mempromosikan pembalap berbakat ke kelas premier.
Beberapa nama yang berhasil menembus MotoGP dari tim tersebut antara lain Takaaki Nakagami dan Somkiat Chantra. Dengan jalur yang sudah terbukti ini, harapan terhadap Veda Ega Pratama untuk mengikuti jejak tersebut kini semakin besar.
Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook







